BLOG | VIDA DIGITAL IDENTITY

Contoh NDA Berserta Jenisnya Sebelum Menggunakan Template

Written by VIDA | 2026 Mar 8 23:00:00

Kalau kamu sudah terjun di dunia profesional, menjaga kerahasiaan informasi sudah jadi kewajiban. Data klien, strategi pemasaran, rancangan produk, hingga informasi keuangan termasuk aset yang harus dilindungi. Inilah yang menjadi alasan adanya Non-Disclosure Agreement (NDA).

 

Banyak orang mencari contoh NDA di internet untuk langsung digunakan. Namun, sebelum mengunduh atau menyalin template, kamu perlu memahami bahwa NDA memiliki beberapa jenis dan konteks penggunaan yang berbeda. Tidak semua NDA bisa dipakai untuk semua situasi. Memahami jenisnya bisa membantu kamu memilih format yang tepat dan meminimalkan risiko hukum di kemudian hari.

Jenis NDA Berdasarkan Arah Informasi

Salah satu cara paling umum membedakan NDA adalah berdasarkan arah aliran informasi rahasia, yaitu apakah hanya satu pihak yang membagikan informasi atau kedua pihak saling berbagi.

One-Way NDA (Unilateral NDA)

One-way NDA adalah perjanjian kerahasiaan di mana hanya satu pihak yang memberikan informasi rahasia kepada pihak lainnya. Pihak penerima informasi berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan dan tidak menyebarkan informasi tersebut tanpa izin.

 

Jenis ini sering digunakan ketika perusahaan bekerja sama dengan freelancer, vendor, atau calon karyawan. Misalnya, sebuah startup memberikan akses data produk kepada developer eksternal. Dalam kondisi ini, developer wajib menandatangani NDA untuk memastikan informasi tidak bocor ke pihak lain.

 

One-way NDA relatif lebih sederhana karena hanya mengatur kewajiban satu pihak. Namun, tetap harus memuat definisi informasi rahasia dan konsekuensi jika terjadi pelanggaran.

Two-Way NDA (Mutual NDA)

Berbeda dengan unilateral NDA, two-way NDA atau mutual NDA digunakan ketika kedua belah pihak saling bertukar informasi rahasia. Artinya, masing-masing pihak memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diterima.

 

Contohnya saat dua perusahaan menjajaki kerjasama strategis atau joint venture. Kedua belah pihak mungkin akan berbagi data bisnis, rencana ekspansi, atau informasi teknis. Mutual NDA memastikan kedua pihak memiliki perlindungan hukum yang seimbang. Jenis ini biasanya lebih kompleks karena mengatur hak dan kewajiban secara timbal balik.

NDA Berdasarkan Konteks Penggunaan

Selain berdasarkan arah informasi, NDA juga dapat dibedakan berdasarkan konteks atau situasi penggunaannya.

NDA untuk Freelancer

Freelancer sering diminta menandatangani NDA sebelum memulai proyek, terutama jika proyek tersebut melibatkan informasi sensitif seperti data pelanggan, konsep produk, atau strategi pemasaran. Contoh NDA ini umumnya bersifat one-way, karena perusahaan menjadi pihak yang memberikan informasi.

NDA untuk Karyawan

Dalam hubungan kerja, NDA sering menjadi bagian dari surat perjanjian kerja atau dibuat sebagai dokumen terpisah. Tujuannya untuk melindungi informasi internal perusahaan seperti rahasia dagang, formula, atau data keuangan. NDA karyawan biasanya berlaku selama masa kerja dan bisa diperpanjang hingga beberapa tahun setelah hubungan kerja berakhir.

NDA untuk Investor atau Pitching

Startup yang sedang mencari pendanaan terkadang menggunakan NDA saat berbagi detail produk atau model bisnis dengan calon investor. Meskipun tidak semua investor bersedia menandatangani NDA, dalam beberapa kasus perjanjian ini digunakan untuk melindungi ide atau inovasi tertentu.

NDA untuk Vendor atau Mitra Bisnis

Perusahaan yang bekerja sama dengan supplier, konsultan, atau mitra produksi juga sering menggunakan contoh NDA perusahaan. Hal ini penting ketika mitra memiliki akses ke data operasional atau sistem internal perusahaan.

Bagian Penting yang Harus Ada dalam NDA

Meskipun format NDA bisa berbeda-beda, ada beberapa komponen penting yang sebaiknya selalu dicantumkan.

  1. Definisi informasi rahasia harus jelas dan spesifik
    Jangan hanya menulis “informasi perusahaan”, tetapi jabarkan ruang lingkupnya secara detail agar tidak menimbulkan multitafsir. Dalam banyak contoh NDA perusahaan, bagian ini biasanya dibuat lebih rinci untuk memastikan tidak ada celah penafsiran yang bisa merugikan salah satu pihak.
  2. Tujuan penggunaan informasi perlu disebutkan
    Informasi yang dibagikan hanya boleh digunakan untuk kepentingan tertentu sesuai kesepakatan. Tanpa pembatasan tujuan yang jelas, informasi berisiko digunakan di luar konteks kerja sama.
  3. Jangka waktu perlindungan kerahasiaan harus diatur
    Tentukan apakah kewajiban menjaga kerahasiaan berlaku selama proyek berjalan saja atau tetap mengikat beberapa tahun setelah kerja sama berakhir.
  4. Konsekuensi atau sanksi jika terjadi pelanggaran harus dijelaskan
    NDA yang baik memuat dampak hukum atau tanggung jawab jika salah satu pihak melanggar perjanjian. Hal ini memberikan efek perlindungan yang lebih nyata dan tegas.
  5. Pengesahan dokumen tidak boleh diabaikan
    NDA yang tidak ditandatangani secara sah berpotensi diperdebatkan keabsahannya. Saat ini, proses penandatanganan tidak lagi harus manual, kamu bisa menggunakan tanda tangan digital tersertifikasi yang memiliki kekuatan hukum serta jejak audit yang jelas.

Baca Juga: Contoh Kontrak Kerjasama: Panduan dan Template untuk Bisnis

 

Melalui aplikasi seperti VIDA App, proses penandatanganan NDA dapat dilakukan secara digital dengan lebih praktis dan aman. Bahkan untuk dokumen yang memerlukan meterai elektronik, pembubuhan e-meterai juga bisa dilakukan dalam satu ekosistem.

 

Memahami contoh NDA saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah mengetahui jenis dan konteks penggunaannya agar perjanjian yang kamu buat benar-benar melindungi kepentingan kedua belah pihak. Dengan struktur yang tepat dan pengesahan yang sah, NDA dapat menjadi lapisan perlindungan yang kuat.