BLOG | VIDA DIGITAL IDENTITY

Contoh Tanda Tangan di Atas Meterai yang Sah untuk Dokumen Bisnis

Written by VIDA | 2026 Jul 26 00:00:00

Meterai hadir di hampir semua dokumen bisnis penting, mulai dari kontrak kerja sampai surat perjanjian kerja sama. Penggunaannya sudah jadi kebiasaan. Tapi cara membubuhkan tanda tangan di atasnya justru sering dilakukan asal-asalan.

 

Masalahnya, posisi tanda tangan yang keliru bisa membuat dokumen dipertanyakan keabsahannya. Terutama saat dokumen tersebut perlu digunakan sebagai alat bukti di ranah hukum.

 

Artikel ini menyajikan contoh tanda tangan di atas meterai yang benar beserta kesalahan umum yang perlu dihindari. Panduan ini relevan bagi tim HR, bagian legal, maupun staf administrasi yang rutin menangani dokumen kontrak dalam jumlah besar.

 

Oke, aku lihat contohnya. Paragrafnya lebih pendek, 2-3 kalimat ringkas per paragraf, dan setiap kalimat tidak terlalu panjang. Ini beda dengan draft aku yang masih suka bikin kalimat kompleks dengan banyak koma.

Aturan Dasar Posisi Tanda Tangan di Atas Meterai

UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai mengatur bahwa meterai wajib dibubuhkan pada dokumen yang digunakan sebagai alat bukti atau memuat transaksi di atas Rp5 juta. Ketentuan pelaksanaannya diperjelas dalam PMK 78 Tahun 2024, berlaku sejak 1 November 2024.

 

Posisi yang benar: meterai diletakkan di bawah keterangan tempat dan tanggal, tepat di atas nama penandatangan. Tanda tangan dibubuhkan dengan goresan yang mengenai sebagian badan meterai dan sebagian kertas dokumen.

 

Tujuannya sederhana. Tanda tangan berfungsi sebagai pengunci agar meterai tidak bisa dicabut dan dipakai ulang di dokumen lain.

 

Satu hal yang sering terlewat: meterai yang sudah ditempel tapi tidak ditandatangani belum dianggap sah. Keberadaan meterai saja tanpa tanda tangan tidak memberikan kekuatan hukum tambahan.

 

Baca Juga: Contoh Dokumen Digital yang Harus Kamu Ketahui

Contoh Posisi yang Benar vs Kesalahan Umum

Pada kontrak kerja seperti PKWT atau PKWTT, meterai ditempatkan di kolom tanda tangan halaman terakhir. Letaknya lurus di bawah keterangan tanggal dan kota. Penandatangan membubuhkan tanda tangan dengan goresan yang melewati badan meterai ke area kertas di sekitarnya.

 

Pola ini berlaku juga untuk surat perjanjian kerja sama, NDA, maupun berita acara serah terima. Prinsipnya tetap sama: goresan harus menyentuh meterai dan kertas sekaligus.

 

Untuk surat kuasa, meterai berada di kolom pemberi kuasa. Pihak inilah yang membuat pernyataan dan mendelegasikan wewenang. Penerima kuasa cukup menandatangani di kolom terpisah tanpa meterai.

 

Ada tiga kesalahan yang paling sering ditemui. Pertama, tanda tangan dibubuhkan seluruhnya di luar meterai sehingga keduanya tidak terhubung. Kedua, meterai ditempel tapi dibiarkan tanpa tanda tangan. Ketiga, meterai ditempatkan di halaman yang salah, padahal kolom tanda tangan ada di halaman terakhir.

 

Ketiga kesalahan ini terlihat sepele, tapi bisa jadi celah serius saat dokumen dipersoalkan di meja hukum.

 

Apakah Tanda Tangan Harus Menutup Seluruh Meterai?

Tidak harus. Yang disyaratkan hanya tanda tangan mengenai sebagian meterai dan sebagian kertas. Tidak ada ketentuan yang mengharuskan seluruh permukaan meterai tertutup goresan.

Bagaimana jika meterai sobek saat ditandatangani? Selama nomor seri dan nominal masih bisa dikenali, meterai tetap dianggap sah.

 

Yang tidak diperbolehkan adalah menggunakan kembali meterai yang sudah pernah dibubuhkan di dokumen lain, meskipun kondisinya masih utuh. Pelanggaran ini dikenai sanksi administratif sesuai UU 10/2020.

Tanda Tangan Digital dan e-Meterai sebagai Alternatif

Bagi perusahaan yang memproses ratusan dokumen di musim rekrutmen, tempel meterai fisik satu per satu menjadi hambatan nyata. Belum lagi risiko salah posisi yang mengharuskan pengulangan proses.

 

e-Meterai dari Peruri memiliki kekuatan hukum setara dengan meterai fisik berdasarkan UU 10/2020. Seluruh proses penempatan dan pengesahan dilakukan secara digital, sehingga risiko kesalahan posisi praktis tidak ada.

 

VIDA Sign mengintegrasikan tanda tangan digital dan e-Meterai dalam satu alur kerja. Dokumen bisa ditandatangani dan diberi meterai langsung dari dashboard tanpa cetak, tempel, atau scan.

 

Untuk kebutuhan skala besar, fitur Bulk Sign memungkinkan pengesahan hingga 10 dokumen sekaligus. Proses yang biasanya memakan waktu berjam-jam bisa selesai dalam hitungan menit.

 

Baca Juga: Pihak yang Wajib Tanda Tangan di Atas Meterai dalam Kontrak Bisnis

 

Memahami contoh tanda tangan di atas meterai yang benar adalah langkah mendasar agar setiap dokumen bisnis sah di mata hukum. Kesalahan posisi yang terlihat kecil bisa jadi masalah besar saat dokumen diuji sebagai alat bukti.

 

Bagi perusahaan yang ingin menghilangkan risiko ini sekaligus mempercepat administrasi, tanda tangan digital dengan e-Meterai melalui VIDA Sign layak dipertimbangkan.