BLOG | VIDA DIGITAL IDENTITY

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital

Written by VIDA | 2024 Jan 16 06:10:24

Seiring dengan berkembangnya era digital, keamanan data pribadi menjadi semakin penting. Terlebih, saat ini informasi pengguna dapat dengan mudah diakses dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mengamankan transaksi digital memerlukan sejumlah solusi, salah satunya verifikasi identitas online untuk memastikan bahwa pengguna adalah orang yang terdaftar pada layanan tersebut. 

Salah satu langkah krusial dalam menjaga keamanan data pribadi adalah melalui proses verifikasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa verifikasi menjadi kunci utama dalam menjaga kerahasiaan dan integritas informasi pribadi.

Verifikasi merupakan proses konfirmasi identitas yang umumnya melalui metode otentikasi. Proses ini melibatkan penggunaan kata sandi, kode verifikasi, atau bahkan teknologi biometrik seperti sidik jari atau pemindaian wajah. Verifikasi mencegah akses data pribadi tanpa izin, sehingga meminimalisir kebocoran data untuk penggunaan yang merugikan. 

Berikut pentingnya verifikasi untuk menjaga keamanan data pribadi: 

1. Mencegah akses tidak sah ke akun atau informasi pribadi

Metode verifikasi seperti dua faktor otentikasi (two factor authentication) melindungi data pengguna ketika kata sandi yang digunakan bocor atau diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, verifikasi sangat berguna sebagai lapisan keamanan tambahan untuk menghindari akses tidak sah ke informasi pribadi. 

2. Menghindari pencurian identitas

Ketika data pengguna berhasil dibobol, maka kemungkinan besar data tersebut akan dicuri. Identitas yang dicuri dapat digunakan untuk melakukan berbagai tindakan kejahatan, termasuk pembukaan rekening palsu, transaksi keuangan ilegal, atau penyalahgunaan sosial media. Dengan verifikasi, peluang untuk mencuri identitas menjadi lebih sulit karena terdapat proses otentikasi yang lebih rumit. 

3. Menjaga keamanan transaksi online

Selanjutnya, penting untuk diingat bahwa data pribadi yang disimpan di berbagai platform terhubung dengan transaksi online yang kita lakukan. Oleh karena itu, proses verifikasi tidak hanya melibatkan akses ke akun pribadi, tetapi juga terkait dengan transaksi online, penggunaan aplikasi, bahkan pembelian barang atau layanan. Dengan menerapkan verifikasi pada setiap langkah transaksi, kita dapat terhindar dari penipuan. 

Chief and Founder of the Indonesia Cyber ​​Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja menjelaskan, kesadaran akan keamanan siber dan perlindungan data pribadi merupakan elemen kunci bagi keamanan digital. 

“Masyarakat membutuhkan keamanan dan kepastian hukum di dunia siber, sama halnya dengan di dunia nyata. Dengan begitu, ekspektasi masyarakat akan keamanan di dunia maya pun semakin tinggi. Di sinilah peran kami untuk membantu masyarakat agar lebih peka terhadap perlindungan identitas digital mereka,” katanya. 

Selain melakukan verifikasi identitas online, melindungi data pribadi perlu dimulai dari diri sendiri dengan tidak menyebarkan data pribadi di media sosial. CEO dan Co-Founder VIDA, Sati Rasuanto, menyebutkan pentingnya untuk tidak membagi data pribadi pada pihak luar, seperti KTP, selfie memegang KTP, foto paspor, foto boarding pass, nomor rekening, nomor kartu kredit apalagi nama ibu kandung, termasuk fotokopi berbagai dokumen tersebut. Selanjutnya, Sati menekankan agar jangan memberi kode OTP (One-Time-Password) dan jangan asal klik link yang dikirim oleh nomor tidak dikenal. 

Studi dari Digital Frontier menunjukkan lebih dari 78% Southeast Asian Consumer adalah digital explorer, dimana mereka selalu ingin mencoba layanan baru yang bersifat digital experience. Di sisi lain, kerugian dari fraud untuk transaksi online di Asia Tenggara pada 2019 mencapai USD 260 juta atau sekitar 3,6 triliun rupiah, dan 71%-nya berasal dari identity fraud. Di situlah urgensi hadirnya proses verifikasi identitas online. 

VIDA melakukan verifikasi berdasarkan identitas yang dikeluarkan oleh pemerintah, dalam hal ini foto KTP yang disertai dengan selfie memegang KTP. Keduanya merupakan proses penting untuk memastikan kebenaran pemilik data. Lebih lanjut, Sati mengemukakan VIDA memiliki teknologi yang memperkuat lapisan keamanan yakni liveness detection. 

“VIDA menggunakan teknologi liveness detection dimana teknologi tersebut memastikan bahwa yang diverifikasi itu benar saya, bukan orang yang memegang foto saya atau memakai topengnya saya dan lain lain.” jelas Sati.

Kepercayaan masyarakat terhadap keamanan identitasnya harus semakin dipupuk seiring dengan perkembangan ekonomi digital. Oleh karena itu, melalui verifikasi identitas online, VIDA mengajak semua pihak untuk berkolaborasi membangun ekosistem keamanan digital yang tak perlu diragukan lagi. 

VIDA Sebagai PSrE

PT Indonesia Digital Identity (VIDA) sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) atau Certification Authority (CA) yang terdaftar dan berinduk di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, adalah badan terpercaya yang memiliki kewenangan menerbitkan sertifikat elektronik untuk kebutuhan tanda tangan digital tersertifikasi.

Didirikan pada tahun 2018, VIDA merupakan penyedia layanan identitas digital yang memanfaatkan sertifikat elektronik untuk memberikan layanan otentikasi multi-faktor, tanda tangan digital, dan identitas terverifikasi. VIDA menerapkan standar keamanan data kelas dunia, termasuk Public Key Infrastructure, pengenalan wajah (biometrik), dan keamanan jaringan sebagai solusi keamanan data yang komprehensif.