BLOG | VIDA DIGITAL IDENTITY

Membandingkan Keunggulan Tanda Tangan Digital Dengan Tanda Tangan Basah

Written by VIDA | 2021 Feb 10 03:14:00
Tanda tangan digital mempunyai keunggulan yang belum bisa ditandingi oleh tanda tangan basah
 

Tanda tangan merupakan salah satu bentuk peradaban manusia yang unik karena tanda tangan dianggap sebagai tanda perwakilan bahwa seseorang telah menyetujui perihal sesuatu. Tanda tangan ibarat menjadi saksi dan bentuk sumpah yang kemudian disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat. Kini, tanda tangan menjadi semakin penting karena telah menjadi bagian penting dari kehidupan dan berevolusi sesuai zaman.

 

Selama berabad-abad tanda tangan memiliki fungsi untuk mewakilkan kesediaan seseorang pada sebuah perjanjian dan kesepakatan. Perwakilan tersebut dicantumkan dalam bentuk tanda maupun simbol yang khas, yang dapat dijamin keasliannya. Bentuknya begitu beragam dan setiap bangsa memiliki kekhasan masing-masing dalam menggunakan tanda tangan.

 

Saat ini dengan kehidupan era digital dan kemunculan internet membuat bentuk tanda tangan mulai berubah. Bila dahulu tanda tangan menggunakan tulis tangan dengan tinta ataupun dengan segel simbol fisik, kini tanda tangan berevolusi menjadi tanda tangan digital.

 

Penggunaan tanda tangan digital yang semakin populer dan menggeser tanda tangan basah pun semakin populer sehingga menciptakan wacana diskusi yang baru. Apakah benar tanda tangan digital lebih aman dari tanda tangan basah konvensional? Apa keunggulan dari tanda tangan digital? Benarkah lebih menguntungkan dan memberikan banyak manfaat?

 

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan perbandingan antara tanda tangan digital dengan tanda tangan basah konvensional. Supaya Anda bisa lebih memahami kekurangan dan keunggulan dari masing-masing metode menandatangani kesepakatan dan dokumen.

 

Mengenal tanda tangan basah

Tanda tangan basah adalah metode tanda tangan yang telah ada selama berabad-abad lamanya. Penggunaan tanda tangan basah berdasarkan catatan sejarah telah digunakan pada era sebelum masehi. Oleh banyak bangsa, tanda tangan basah pada umumnya dilakukan dengan menggunkan tinta yang kemudian digoreskan ataupun dicap pada sebuah dokumen dan kesepakatan.

 

Pada peradaban kuno, tanda tangan lebih banyak digunakan oleh para elit dan kalangan bangsawan yang menggunakan simbol sebagai cap tanda identitas. Seperti bangsa mesir kuno misalnya, yang menggunakan simbol gambar dan piktograf untuk sebuah tanda identitas diri pada "dokumen" yang berupa tablet batu ataupun kertas.

 

Menariknya, metode tanda tangan dengan simbol ini masih dilakukan peradaban modern di beberapa negara seperti Jepang dan Korea. Di Jepang, hampir setiap orang memiliki semacam segel yang dibuat unik untuk setiap individu. Segel simbol ini berfungsi untuk menandatangani sesuatu dengan cara dicap. Selain itu di situasi tertentu yang masyarakatnya tidak mengenal teks ataupun simbol, tanda tangan dengan menggunakan sidik jari juga masih digunakan.

 

Tanda tangan mulai banyak diterapkan secara luas oleh masyarakat ketika tingkat pendidikan dan literasi semakin berkembang. Setiap individu mulai memiliki kemampuan untuk menulis dan membaca sehingga tanda tangan pada dokumen kesepakatan menjadi hal yang semakin biasa dilakukan. Hingga saat ini tanda tangan basah telah menjadi kemampuan mendasar untuk dimiliki oleh seseorang yang telah terdaftar sebagai penduduk sebuah negara.

 

Keunggulan tanda tangan basah 

Tanda tangan basah saat ini masih banyak digunakan masyarakat meski tanda tangan elektronik mulai sering dijumpai. Ada beberapa alasan mengapa tanda tangan basah masih dipakai sampai sekarang:

 
  1. Tanda tangan basah tidak membutuhkan energi sehingga tanpa jaringan listrik tanda tangan tetap bisa dilakukan
  2. Tanda tangan basah unik bagi setiap orang, sehingga tanda tangan bisa menggambarkan kepribadian masing-masing individu
  3. Tanda tangan basah mengharuskan pertemuan langsung dengan pihak yang bersepakat. Bagi sebagian orang untuk menciptakan rasa percaya pada kesepakatan membutuhkan pertemuan secara fisik.
  4. Tanda tangan basah dapat diwakilkan. Meski sangat berisiko, dalam kondisi tertentu tanda tangan basah bisa digunakan oleh pihak lain untuk menyepakati sesuatu. Langkah ini biasanya dilakukan jika pihak pemilik tanda tangan berhalangan untuk hadir.
  5. Tanda tangan basah mudah untuk dilakukan. Penggunaan tanda tangan basah tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Penandatangan hanya perlu untuk bisa memberikan tanda diri yang khas.
  6. Tanda tangan basah mensyaratkan saksi. Adanya saksi pada saat penandatangan membuat tanda tangan pada dokumen bisa dikonfirmasi kebenarannya.
 

Keunggulan-keunggulan di atas merupakan keunggulan yang menjadi alasan mengapa tanda tangan basah hingga saat ini masih digunakan di banyak keperluan. Bahkan bagi sebagian kecil orang, tanda tangan basah adalah metode tanda tangan yang tidak bisa digantikan sama sekali oleh metode lain.

 

Kelemahan tanda tangan basah

Lalu bagaimana dengan kelemahan tanda tangan basah? Memang tidak ada metode tanda tangan yang sempurna, tanda tangan basah yang telah digunakan selama berabad-abad pun ternyata masih memiliki kelemahan. Berikut diantaranya kelemahan tanda tangan basah

 
  1. Tanda tangan basah mengharuskan pertemuan fisik pihak-pihak yang bersepakat dan saksi. Pertemuan fisik bisa menjadi masalah ketika pihak-pihak yang bersepakat berhalangan. Pertemuan fisik juga beresiko ketika situasi dalam masa krisis seperti pandemi ataupun bencana alam.
  2. Tanda tangan basah rawan untuk dipalsukan. Kebanyakan orang mengira bahwa tanda tangan boleh ditampilkan secara publik. Sayangnya, tanda tangan yang ditampilkan secara publik sangat rawan untuk dipalsukan. Itu mengapa biasanya tanda tangan untuk publik hanya bersifat sebagai autograf.
  3. Tanda tangan basah mudah untuk ditiru. Peniruan tanda tangan akan mendatangkan risiko penggunaan tanda tangan oleh pihak yang tidak berwenang ataupun orang yang ingin melakukan penipuan. Risiko ini bisa terjadi karena tidak ada mekanisme yang menjamin bahwa identitas penandatangan adalah orang yang benar atau tidak.
  4. Tanda tangan basah membutuhkan media fisik. Penempatan tanda tangan basah haruslah dalam bentuk fisik, baik itu pada kertas atau semacamnya. Hal ini menimbulkan masalah seperti biaya cetak, biaya penyimpanan dokumen dan risiko kerusakan dokumen.
 

Akibat masalah-masalah di atas, berbagai macam solusi tanda tangan bermunculan. Para inovator berusaha untuk mengurangi risiko dan kelemahan yang dimiliki oleh tanda tangan basah. Hingga akhirnya, pada era digital dan internet, tanda tangan basah berevolusi menjadi tanda tangan elektronik. Sehingga mampu menyelesaikan beberapa problem tanda tangan basah yang telah ada berabad-abad.

 

Kemunculan inovasi Tanda tangan digital

Tanda tangan digital merupakan hasil dari inovasi yang terjadi ketika teknologi digital mulai berkembang di era 20an. Permulaan tanda tangan digital lahir dari tanda tangan basah yang kemudian dipindai untuk dikirimkan secara digital melalui mesin faksmile.

 

Pemindaian tanda tangan basah menjadi dokumen faksimile ini merupakan praktek yang lumrah di Indonesia sejak tahun 80an ketika bisnis dan listrik telah banyak menjangkau berbagai wilayah. Namun karena tanda tangan digital generasi ini masih sangat awal, metode ini tidak banyak digunakan terutama untuk kesepakatan yang sangat penting atau bernilai besar.

 
Seiring perkembangan teknologi digital dan kemunculan internet, tanda tangan digital semakin berkembang. Tanda tangan digital mulai dapat diberikan pada dokumen digital yang bisa dikirim melalui jaringan internet. Tanda tangan digital pada dokumen digital inilah yang saat ini cikal bakal tanda tangan elektronik modern.
 

Negara yang paling awal melegalkan penggunaan tanda tangan digital adalah Amerika Serikat. Dengan pelegalan ini, tanda tangan digital secara resmi dapat diakui keabsahannya di depan hukum.

 

Di Indonesia sendiri tanda tangan digital baru disahkan oleh undang-undang pada tahun 2008, yakni pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Lalu untuk melengkapi undang-undang ini, diterbitkanlah peraturan pemerintah pada tahun 2019 yang mengatur tentang penerbitan sertifikat elektronik untuk mendeteksi validitas dan mengakui keabsahan tanda tangan digital.

 

Lalu apa saja keunggulan tanda tangan digital? Sebagai inovasi yang berusaha memodernisasi tanda tangan basah, berikut adalah keunggulan tanda tangan digital.

  

Keunggulan Tanda Tangan digital 

1. Tanda tangan digital praktis

Penandatanganan secara digital dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun selama terdapat akses perangkat elektronik seperti komputer atau ponsel.

 
 
2. Tanda tangan digital tidak membutuhkan dokumen fisik

Untuk menerapkan tanda tangan digital, dokumen fisik tidak lagi dibutuhkan karena tanda tangan digital adalah untuk dokumen digital.

 
3. Tanda tangan digital menghemat biaya  

Karena tanda tangan digital digunakan pada dokumen digital, kewajiban untuk mencetak dokumen tidak lagi diperlukan. Hal ini bisa menghemat banyak biaya cetak. Selain itu penandatangan tidak perlu lagi bepergian atau bertemu dengan pihak lain untuk melakukan tanda tangan, dengan begitu biaya perjalanan juga bisa berkurang.

 
4. Tanda tangan digital sulit dipalsukan

Meski dokumen digital begitu mudah untuk disalin, tanda tangan digital tidak mudah untuk dipalsukan. Alasannya karena tanda tangan digital melibatkan sertifikat verifikasi identitas dan enkripsi data yang menjamin informasi tanda tangan digital tidak valid dan tidak bisa diubah. Hal ini membuat tanda tangan digital menjadi lebih aman.

 
5. Tanda tangan digital terintegrasi dengan banyak perangkat

Alasan lain yang membuat tanda tangan digital lebih aman adalah karena tanda tangan digital terintegrasi dengan banyak perangkat. Integrasi ini tidak hanya memberi kemudahan, tetapi juga membuat tanda tangan digital pada dokumen semakin akuntabel dan bisa dilacak.

 
6. Tanda tangan digital sesuai gaya hidup serba digital

Gaya hidup serba digital yang saat ini telah banyak terjadi, menuntut metode tanda tangan yang lebih aman, praktis dan efisien. Itu mengapa tanda tangan digital tampil sebagai solusi.

 

Ada begitu banyak keunggulan tanda tangan digital, bukan berarti tanda tangan digital tanpa cela. Ada beberapa hal yang juga masih perlu diperhatikan ketika menggunakan tanda tangan digital. Berikut di antaranya:

 
1. Tanda tangan digital membutuhkan sertifikat resmi

Sertifikat resmi merupakan bukti bahwa tanda tangan digital dapat diakui secara hukum. Itu sebabnya tanda tangan digital tidak hanya sekadar tanda tangan basah yang kemudian dipindai, melainkan tanda tangan yang telah melalui proses verifikasi identitas dan penerbitan sertifikat elektronik. Tanda tangan digital yang telah memiliki sertifikat disebut juga dengan tanda tangan digital tersertifikasi.

 
2. Tanda tangan digital membutuhkan edukasi

Tidak semua orang akrab dengan teknologi, itu sebabnya saat menggunakan tanda tangan digital akan membutuhkan edukasi pengguna dengan lebih baik. Dengan melakukan edukasi, penandatangan tidak lagi khawatir dan gelisah apakah tanda tangan digital sah dan dapat diterima.

 

Kedua hal di tersebut merupakan hal yang perlu perhatian khusus bagi perusahaan yang ingin menerapkan tanda tangan digital. Tanpa adanya pemahaman tentang tanda tangan digital yang resmi dan diakui serta edukasi yang cukup penggunaan tanda tangan digital tidak lebih efektif daripada tanda tangan basah.

 

Perbandingan antara tanda tangan basah dan tanda tangan digital di atas telah menjelaskan bagaimana keunggulan dan kekurangan masing-masing metode tanda tangan. Akhirnya, tanda tangan digital menjadi lebih unggul karena sesuai dengan perkembangan zaman.

 

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menerapkan tanda tangan digital sebagai bagian dari modernisasi tanda tangan dan juga transformasi digital operasional perusahaan, Anda perlu untuk melibatkan layanan penyedia sertifikat tanda tangan digital yang telah diakui oleh otoritas pemerintah.

 

Salah satu penyedia tanda tangan digital tersertifikasi adalah PT Indonesia Digital Identity atau VIDA. VIDA merupakan penyedia layanan tanda tangan digital yang telah memiliki berbagai standar seperti tersertifikasi Webtrust dan ISO 27001. Bila Anda ingin berkonsultasi tentang tanda tangan digital, silakan untuk menghubungi kami.

 
 

Baca juga: Manfaat Tanda Tangan Elektronik Bagi UMKM