Sejak Coretax DJP resmi digunakan sebagai sistem administrasi perpajakan terintegrasi, banyak Wajib Pajak mulai menyesuaikan diri dengan berbagai fitur baru di dalamnya. Coretax tidak hanya menyatukan pelaporan, pembayaran, dan administrasi pajak, tetapi juga menghadirkan fitur pendukung yang bersifat edukatif.
Salah satu fitur yang cukup sering dicari adalah Simulator Coretax. Tidak sedikit Wajib Pajak yang mengira simulator ini sama dengan pelaporan pajak, padahal fungsinya sangat berbeda. Jika kamu sedang belajar Coretax, ingin memahami perhitungan pajak, atau ingin “cek-cek dulu” sebelum lapor SPT, Simulator Coretax bisa menjadi titik awal yang tepat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu Simulator Coretax, perbedaannya dengan pelaporan pajak sebenarnya, cara mengisi Simulator Coretax step-by-step, hingga contoh penggunaannya agar kamu tidak salah paham saat menggunakannya.
Simulator Coretax adalah fitur simulasi yang disediakan dalam ekosistem Coretax DJP untuk membantu Wajib Pajak memahami perhitungan pajak berdasarkan data yang dimasukkan. Simulator ini bersifat latihan dan simulasi, bukan untuk pelaporan pajak final.
Artinya, data yang kamu masukkan ke dalam Simulator Coretax tidak akan tercatat sebagai SPT, tidak menimbulkan kewajiban pembayaran, dan tidak berdampak langsung pada status kepatuhan pajak kamu. Fitur ini dirancang sebagai sarana edukasi dan pembelajaran.
Secara umum, Simulator Coretax memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
Karena itulah Simulator Coretax sangat berguna, terutama bagi Wajib Pajak yang masih baru menggunakan Coretax atau ingin memastikan pemahaman sebelum masuk ke proses pelaporan yang sesungguhnya.
Meskipun tampilannya mirip, Simulator Coretax dan pelaporan pajak memiliki fungsi yang berbeda.
Simulator Coretax digunakan untuk simulasi dan edukasi. Hasilnya hanya berupa estimasi dan tidak tercatat sebagai kewajiban resmi. Sementara itu, pelaporan pajak di Coretax digunakan untuk menyampaikan SPT Tahunan atau SPT Masa secara resmi, yang memiliki konsekuensi administratif dan hukum.
Secara garis besar, alurnya cukup sederhana dan mengikuti logika perhitungan pajak pada umumnya.
Simulator Coretax dapat diakses melalui portal Coretax DJP menggunakan akun yang sudah terdaftar.
Sebelum mulai, pastikan kamu:
Karena sifatnya simulasi, kamu tidak perlu khawatir jika data yang dimasukkan belum sepenuhnya final.
Setelah masuk ke menu Simulator Coretax, kamu akan diminta mengisi beberapa data utama, seperti:
Data inilah yang menjadi dasar sistem dalam menghitung estimasi pajak.
Pada tahap ini, kamu perlu menentukan komponen pajak yang ingin disimulasikan, antara lain:
Pastikan kamu memilih komponen sesuai skenario yang ingin dipahami, misalnya simulasi pajak tahunan atau estimasi pajak tertentu.
Setelah semua data dimasukkan, Simulator Coretax akan menampilkan hasil simulasi berupa:
Perlu diingat, hasil ini bersifat perkiraan, bukan angka final.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana penggunaan Simulator Coretax.
Kamu adalah Wajib Pajak Pribadi yang ingin mengetahui estimasi pajak tahunan sebelum mengisi SPT. Di Simulator Coretax, kamu memasukkan:
Setelah data dimasukkan, Simulator Coretax menampilkan estimasi pajak terutang berdasarkan informasi tersebut. Dari hasil ini, kamu bisa mengetahui apakah pajakmu berpotensi kurang bayar, lebih bayar, atau nihil.
Hasil simulasi ini membantu kamu lebih siap secara finansial dan administratif sebelum melakukan pelaporan pajak yang sebenarnya.
Baca Juga: Cara Lapor PPN di Coretax: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Kena Pajak
Simulator Coretax bukan sekadar fitur tambahan, tetapi alat bantu yang sangat berguna untuk meningkatkan pemahaman Wajib Pajak terhadap sistem perpajakan digital. Dengan memanfaatkan simulator ini, kamu bisa belajar tanpa risiko, memahami alur perhitungan pajak, dan meminimalkan kesalahan saat pelaporan resmi.
Jika digunakan dengan tepat, Simulator Coretax dapat menjadi “latihan wajib” sebelum kamu benar-benar masuk ke proses pelaporan pajak di Coretax. Dengan begitu, proses perpajakan tidak lagi terasa membingungkan, melainkan lebih terstruktur dan mudah dipahami.