Adakah dari kamu yang baru merasa butuh asuransi mobil ketika risiko sudah benar-benar terjadi? Mulai dari kecelakaan kecil, mobil terserempet di parkiran, hingga kerusakan akibat bencana alam, semua bisa menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Asuransi mobil sering disepelekan karena banyak yang merasa repot dalam pemilihannya, belum mengerti terkait sistemnya, hingga kekhawatiran dalam hal biaya klaim asuransi mobil. Padahal memiliki safety net bisa sangat membantu kita.
Namun, memiliki asuransi saja tidak cukup. Banyak pemilik kendaraan yang masih bingung tentang cara klaim asuransi mobil, dokumen apa yang dibutuhkan, langkah apa yang harus dilakukan, dan kesalahan apa yang sebaiknya dihindari.
Baca Juga: Jenis-Jenis Asuransi dan Cara Membelinya Secara Online
Mengenal Asuransi Mobil dan Jenisnya
Secara umum, asuransi mobil adalah produk perlindungan yang memberikan ganti rugi atas risiko kerusakan atau kehilangan kendaraan sesuai polis yang kamu miliki. Di Indonesia, jenis asuransi mobil yang paling umum adalah:
- Asuransi All Risk (Comprehensive)
Menanggung hampir semua jenis kerusakan, dari lecet ringan hingga kerusakan berat, bahkan kehilangan (sesuai ketentuan polis). - Asuransi Total Loss Only (TLO)
Menanggung kerugian besar, seperti kehilangan kendaraan atau kerusakan dengan nilai di atas persentase tertentu (biasanya ≥75%).
Jenis asuransi yang kamu miliki akan sangat menentukan cara, biaya klaim asuransi mobil, dan jenis kerugian yang bisa ditanggung.
8 Langkah Klaim Asuransi Mobil Terbaik
Berikut langkah-langkah klaim asuransi mobil yang umum berlaku di berbagai perusahaan asuransi. Urutannya penting agar klaim tidak ditolak atau tertunda.
1. Pastikan Risiko Dijamin dalam Polis
Langkah pertama sebelum klaim adalah mengecek polis asuransi. Pastikan kejadian yang kamu alami termasuk risiko yang dijamin. Misalnya, kerusakan ringan biasanya hanya ditanggung oleh asuransi all risk, bukan TLO.
2. Segera Laporkan Kejadian
Sebagian besar asuransi mewajibkan pelaporan maksimal 1×24 jam hingga 5 hari kerja setelah kejadian. Pelaporan bisa dilakukan melalui call center, aplikasi, email, atau website resmi asuransi. Jangan menunda, karena keterlambatan bisa menjadi alasan penolakan klaim.
3. Amankan Kendaraan dan Lokasi Kejadian
Jika memungkinkan, amankan kendaraan untuk mencegah kerusakan tambahan. Untuk kecelakaan lalu lintas, dokumentasikan kondisi lokasi, posisi kendaraan, dan kronologi kejadian secara jelas.
4. Siapkan Dokumen Klaim
Dokumen yang umumnya diminta antara lain:
- Polis asuransi
- KTP pemegang polis
- SIM pengemudi
- STNK kendaraan
- Formulir klaim
- Foto kerusakan kendaraan
Untuk kasus tertentu (misalnya kecelakaan besar atau kehilangan), bisa diminta surat keterangan polisi.
5. Isi Formulir Klaim dengan Jujur dan Lengkap
Formulir klaim berisi kronologi kejadian. Pastikan kamu mengisi sesuai fakta, tidak dilebihkan atau dikurangi. Ketidaksesuaian data bisa memperlambat proses verifikasi.
6. Lakukan Survey atau Inspeksi Kendaraan
Perusahaan asuransi akan melakukan survey, baik secara langsung ke bengkel rekanan atau melalui inspeksi digital. Di tahap ini, kerusakan akan diverifikasi untuk menentukan apakah klaim disetujui.
7. Tunggu Persetujuan Klaim
Jika klaim disetujui, asuransi akan mengeluarkan surat perintah kerja (SPK) ke bengkel rekanan. Kamu biasanya hanya perlu membayar own risk/deductible sesuai polis.
8. Perbaikan Kendaraan atau Penyelesaian Klaim
Setelah perbaikan selesai atau klaim kehilangan disetujui, proses klaim dianggap selesai. Simpan semua dokumen klaim sebagai arsip pribadi.
Kesalahan Umum Saat Klaim Asuransi Mobil
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dan sebaiknya kamu hindari:
- Telat melapor kejadian
- Tidak membaca ketentuan polis
- Dokumen tidak lengkap
- Kronologi tidak konsisten
Kesalahan kecil ini bisa berdampak besar pada hasil klaim.
Baca Juga: Contoh Data Pribadi yang Paling Gampang Dicuri Hacker
Mengelola Dokumen Klaim Asuransi dengan Lebih Aman
Proses klaim asuransi mobil melibatkan banyak dokumen penting, mulai dari polis, identitas, hingga bukti klaim. Sayangnya, masih banyak orang menyimpan dokumen penting hanya di galeri ponsel atau chat aplikasi, yang rawan tersebar dan sulit dicari saat dibutuhkan.
Salah satu solusi yang bisa kamu gunakan adalah menyimpan dokumen digital dengan DocsVault VIDA, sehingga dokumen yang dapat dikunci melalui biometrik (Selfie ID atau biometrik perangkat).
Gunakan juga SecureShare yang bisa membantu kamu untuk berbagi dokumen dengan kontrol penuh termasuk akses hingga masa berlaku dokumen. Dengan cara ini, dokumen asuransi tetap aman, mudah diakses saat klaim, dan tidak tercecer di berbagai aplikasi.
Dengan memahami cara klaim asuransi mobil yang benar dan mengelola dokumen secara aman, kamu bisa menghadapi situasi darurat dengan lebih tenang dan terkontrol.