Kode OTP pernah dianggap sebagai pengaman tambahan dalam transaksi digital. Namun hari ini, metode berbasis SMS ini justru menjadi salah satu celah yang paling sering dimanfaatkan dalam berbagai kasus pengambilalihan akun.
Dalam whitepaper The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia, disebutkan bahwa 84% bisnis melaporkan insiden keamanan yang berkaitan dengan SMS OTP, termasuk SIM swap dan phishing. Angka ini menunjukkan bahwa sistem verifikasi lama tidak lagi sekuat yang dibayangkan.
Serangan modern jarang dimulai dengan peretasan sistem. Banyak kasus justru bermula dari manipulasi psikologis. Beberapa pola yang sering terjadi:
Whitepaper yang sama juga mencatat bahwa 7 dari 10 kasus serangan siber melibatkan akses tidak sah dari perangkat atau lokasi asing. Ketika kredensial dan kode enam digit berhasil diperoleh, akun dapat diambil alih dalam waktu singkat.
Menghadapi penipuan berbasis verifikasi SMS membutuhkan kombinasi kewaspadaan dan sistem keamanan yang lebih kuat. Beberapa langkah dasar yang tetap relevan:
Namun langkah individu saja tidak cukup. Sistem autentikasi juga perlu ditingkatkan.
Banyak organisasi sudah menerapkan multi-factor authentication (MFA). Tetapi data menunjukkan bahwa 90% organisasi yang sudah memiliki MFA tetap mengalami Account Takeover, karena metode seperti SMS OTP masih dapat di bypass.
Masalah utamanya sederhana yaitu metode berbasis pesan singkat hanya membuktikan kepemilikan nomor, bukan memastikan bahwa perangkat dan pengguna benar-benar sah. Beberapa negara bahkan mulai beralih dari autentikasi berbasis SMS menuju pendekatan yang lebih kuat seperti device-based authentication dan biometrik.
Di era AI dan deepfake, risiko tidak lagi berhenti pada pencurian kata sandi. Manipulasi identitas dan rekayasa sosial membuat sistem lama semakin mudah ditembus. Pendekatan modern biasanya menggabungkan:
Penjelasan lengkap mengenai tren pengambilalihan akun dan kelemahan autentikasi lama dapat dibaca dalam whitepaper The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia.
Penipuan berbasis kode OTP bukan sekadar masalah kelalaian individu. Ini adalah konsekuensi dari metode keamanan yang tidak berevolusi secepat teknik serangan. Jika sistem masih mengandalkan pesan singkat sebagai benteng utama, celah akan tetap ada. Keamanan digital hari ini membutuhkan lebih dari sekadar enam digit angka.