Kalau ngomongin penyimpanan yang praktis dan bisa diakses lewat perangkat apapun, Google Drive jawabannya. Aplikasi penyimpanan ini bekerja dengan mudah–cukup upload dan beres. Yang penting ada koneksi internet dan kamu sudah login akun Google.
Nggak heran banyak orang menjadikan Google Drive sebagai pilihan utama untuk menyimpan dokumen penting, foto, tugas kuliah, sampai file kerja.
Google Drive menyediakan pilihan akses file untuk pengguna Google, yakni Viewer, Editor, atau Commenter. Karena ada pilihan akses ini, kamu harus teliti ketika menyimpan file di Google Drive.
Penting buat tahu cara menyimpan file di Google Drive yang benar, sekaligus paham risiko di balik kemudahannya. Artikel ini akan bantu kamu pahami dua-duanya.
Semakin banyak aktivitas kita yang berpindah ke dunia digital: tugas kuliah, laporan kerja, foto keluarga, hingga dokumen penting. Maka tak heran banyak orang mencari cara menyimpan file yang bisa diakses kapan saja, di mana saja. Nah, Google Drive menjadi pilihan penyimpanan yang mudah. Alasan utamanya:
Berikut panduan praktis untuk menyimpan file di Google Drive, baik dari HP maupun komputer:
Meskipun Google Drive populer dan sangat mudah digunakan, namun ada beberapa hal yang patut kamu cermati untuk memberi keamanan yang memadai pada file-mu:
Sebelum membahas alternatif penyimpanan, kamu tetap bisa memaksimalkan keamanan akun Google-mu agar proses menyimpan file di Google Drive lebih terlindungi. Berikut beberapa langkah penting yang sebaiknya kamu lakukan:
Verifikasi dua langkah atau 2-step verification adalah pertahanan utama untuk melindungi akun. Dengan mengaktifkannya, setiap login akan membutuhkan kode tambahan yang dikirim ke handphone atau aplikasi autentikator. Jadi, meskipun password-mu diketahui orang lain, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode tersebut.
Hindari memakai password yang sama di banyak platform. Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Untuk lebih aman lagi, kamu bisa gunakan password manager agar tidak perlu menghafal semuanya.
Ini penting karena terkadang kita lupa ke aplikasi mana saja akun Google kita tersambung. Masuk ke akun Google kamu → buka myaccount.google.com/security → bagian “Aplikasi pihak ketiga dengan akses akun” → hapus akses dari aplikasi yang mencurigakan atau tidak digunakan lagi.
Aplikasi pihak ketiga dengan izin berlebihan bisa menjadi celah masuknya malware atau kebocoran data.
Masih di halaman Security, kamu juga bisa melihat aktivitas login terakhir. Kalau ada login dari lokasi atau perangkat yang tidak dikenal, segera ubah password dan logout dari semua perangkat.
Saat membagikan file dari Google Drive, hindari opsi “Anyone with the link” untuk dokumen penting. Jangan lupa juga untuk mencabut akses setelah file tidak lagi relevan atau dibutuhkan.
Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa menekan risiko penyalahgunaan akun dan menjaga file-file penting-mu tetap aman.
Sering kali, kebiasaan kecil seperti asal bagikan file atau lupa mencabut akses justru membuka celah risiko terbesar. Maka dari itu, sebelum klik “share” atau kirim lewat aplikasi chat, pastikan kamu tahu siapa yang akan menerima, berapa lama akses dibutuhkan, dan apa konsekuensinya jika file jatuh ke tangan yang salah.