sertifikat elektronik

Okt 10, 2025

Faktur Pajak Coretax: Panduan, E-Sign & Sertifikat Digital

Pelajari cara membuat faktur pajak lengkap dan mudah di Coretax termasuk tanda tangan digital dan pengajuan sertifikat elektronik atau kode otorisasi DJP.

Faktur Pajak Coretax: Panduan, E-Sign & Sertifikat Digital

Pemberlakuan sistem Coretax oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) membuka era digital pengelolaan perpajakan di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam ekosistem Coretax adalah pembuatan faktur pajak secara elektronik. Adapun dalam keamanan dan keabsahan transaksi perpajakan digital, sistem ini mewajibkan penggunaan tanda tangan elektronik dan sertifikat digital.

Artikel ini membahas secara lengkap cara membuat faktur pajak Coretax, prosedur pengajuan sertifikat elektronik, hingga jenis tanda tangan yang digunakan.

Membuat Faktur Pajak Coretax

Faktur pajak adalah bukti pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP). Melalui sistem Coretax, faktur pajak dibuat secara elektronik dan langsung terintegrasi dengan sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Berikut cara membuat faktur pajak Coretax:

1. Login ke akun Coretax DJP melalui https://coretax.pajak.go.id
2.  Pilih menu e-Faktur atau Faktur Pajak
3.  Lengkapi data lawan transaksi, NPWP, nilai transaksi, PPN yang dikenakan, dan nomor seri faktur
4.   Tambahkan tanda tangan elektronik (TTE) jika sudah memiliki sertifikat digital
5. Simpan dan kirim faktur pajak ke DJP

Pembuatan faktur di Coretax bersifat real-time, sehingga wajib pajak tidak perlu melakukan upload manual seperti sistem e-Faktur lama.

Tanda Tangan Faktur Pajak Coretax

Dalam sistem Coretax, terdapat dua jenis tanda tangan elektronik (TTE) yang digunakan untuk menandatangani dokumen perpajakan digital, termasuk faktur pajak. Keduanya memiliki perbedaan penting dalam aspek penerbit, kekuatan hukum, dan penggunaannya:

1. Tanda Tangan Elektronik Tidak Tersertifikasi

Tanda tangan ini diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan diotentikasi dengan menggunakan kode otorisasi DJP.

Untuk mendapatkan tanda tangan ini, prosesnya cukup dengan login Coretax lalu ajukan kode otorisasi DJP.

 

Fungsi tanda tangan elektronik tidak tersertifikasi adalah untuk mengakses dan menandatangani dokumen dalam sistem Coretax, termasuk pembuatan e-Faktur, pengajuan SPT, dan lainnya.

Namun, tanda tangan ini hanya berlaku di lingkungan DJP, tidak bisa digunakan untuk dokumen lain di luar sistem Coretax.

Meski diakui dalam sistem DJP, tingkat hukum tanda tangan ini lebih rendah dibandingkan tanda tangan tersertifikasi, karena tidak melibatkan pihak ketiga independen (PSrE).

2. Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi

Tanda tangan ini dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) resmi seperti VIDA atau BSRE. Nah, karena dikeluarkan oleh pihak ketiga, maka pengguna harus memiliki sertifikat elektronik.

Sertifikat elektronik terkonfigurasi dengan identitas penandatangan yang didapatkan dari KTP, sehingga tanda tangan ini lebih kuat secara hukum (sesuai UU ITE & PP 71 Tahun 2019).

Tanda tangan ini sangat cocok untuk faktur pajak Coretax bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP), perusahaan atau wajib pajak badan, hingga transaksi yang membutuhkan validitas dan integritas tinggi.

Tanda tangan elektronik ini menggantikan proses tanda tangan manual dan terintegrasi secara otomatis pada sistem faktur pajak.

 

 

Cara Mengajukan Sertifikat Elektronik Coretax

Berikut adalah dua skenario untuk mendapatkan sertifikat elektronik agar bisa digunakan di sistem faktur pajak Coretax:

A. Jika Sudah Punya Sertifikat Elektronik Tersertifikasi dari PSrE

  1. Login ke akun Coretax di https://coretax.pajak.go.id
  2. Masuk ke menu Portal > Permohonan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital
  3. Pilih opsi "Sertifikat Elektronik Tersertifikasi"
  4. Masukkan ID penandatangan dari PSrE (misalnya dari VIDA)
  5. Lakukan verifikasi identitas
  6. Centang pernyataan dan kirim permohonan
  7. Jika disetujui oleh DJP, sertifikat Anda akan terhubung dan aktif untuk digunakan di Coretax

B. Jika Belum Punya Sertifikat – Ajukan Kode Otorisasi DJP

  1. Login ke akun Coretax menggunakan NIK/NPWP dan password
  2. Buka menu Portal > Permohonan Kode Otorisasi/Sertifikat Digital
  3. Pilih Kode Otorisasi DJP sebagai tipe sertifikat
  4. Masukkan passphrase (kata sandi) dan lakukan verifikasi wajah
  5. Centang kolom pernyataan dan kirim permohonan
  6. Jika disetujui, kode otorisasi akan muncul di menu notifikasi
  7. Gunakan kode tersebut untuk tanda tangan dokumen pajak di Coretax

Faktur pajak di era Coretax menjadi lebih aman, efisien, dan mudah dikelola. Sertifikat elektronik menjadi kunci utama untuk memastikan validitas tanda tangan dalam setiap dokumen perpajakan digital.

Untuk perusahaan yang membutuhkan solusi tanda tangan digital tersertifikasi untuk faktur pajak Coretax, VIDA sebagai PSrE resmi siap membantu menyediakan teknologi TTE yang patuh hukum dan terintegrasi langsung dengan sistem Coretax.

Latest Articles

Anti Fraud Awareness: Pengertian dan Peran dalam Mencegah Penipuan Digital
fraud

Anti Fraud Awareness: Pengertian dan Peran dalam Mencegah Penipuan Digital

Kesadaran untuk mencegah penipuan digital sangatlah penting. Pelajari pengertian, contoh modus, dan pentingnya sistem keamanan untuk perlin...

April 11, 2026

Fraud dalam Perusahaan: Jenis, Risiko, dan Pencegahan di Era Digital
fraud

Fraud dalam Perusahaan: Jenis, Risiko, dan Pencegahan di Era Digital

Fraud pada perusahaan mencakup kecurangan internal dan eksternal. Pelajari jenis, risiko, dan cara mencegahnya dengan pendekatan keamanan d...

April 11, 2026

Tax Fraud: Waspada Modus Phishing Mengatasnamakan Petugas Pajak
pajak

Tax Fraud: Waspada Modus Phishing Mengatasnamakan Petugas Pajak

Tax fraud atau penipuan pajak, termasuk phishing mengatasnamakan petugas pajak. Kenali modusnya dan cara pencegahannya serta risiko penyala...

April 08, 2026