pajak

Jan 02, 2026

Impersonate Coretax: Pengertian, Cara Penggunaan dan Tips Agar Lebih Aman

Ternyata impersonate Coretax adalah fitur penting dalam sistem DJP. Simak selengkapnya dari cara melakukan impersonate Coretax, fungsi, dan tips amannya.

Impersonate Coretax: Pengertian, Cara Penggunaan dan Tips Agar Lebih Aman

Mungkin kamu sudah tahu bahwa Coretax DJP sedang menjadi topik yang sering dibahas sejak administrasi perpajakan Indonesia disatukan melalui satu sistem terintegrasi. Core Tax Administration System sendiri dirancang untuk menyatukan berbagai layanan pajak yang sebelumnya tersebar.

 

Di tengah perubahan ini, ada juga istilah yang cukup sering membuat bingung, terutama bagi perusahaan, bendahara, atau konsultan pajak, yaitu impersonate Coretax. Banyak yang mengira ini istilah teknis IT atau bahkan memiliki arti yang condong ke arah negatif.

 

Padahal impersonate Coretax ini memberikan fungsi sangat “praktis” karena membantu kamu dalam melakukan perpajakan.

 

Di bawah ini kamu akan menemukan informasi lengkap seputar istilah impersonate Coretax, cara impersonate Coretax, hingga langkah untuk memastikan keamanannya.

 

Baca juga: Panduan Coretax: Semua yang Wajib Pajak Perlu Tahu

Apa itu Impersonate Coretax?

Secara sederhana, impersonate Coretax adalah fitur untuk “bertindak mewakili” (act on behalf) Wajib Pajak Badan/entitas di dalam Coretax, dengan menggunakan akun perwakilan yang punya kewenangan.

 

Konsepnya mirip ketika pekerjaan pajak perusahaan tidak selalu dikerjakan langsung oleh direktur, tetapi bisa dilakukan oleh PIC pajak, bendahara, staf finance, atau konsultan pajak, namun tetap harus tercatat siapa yang melakukan aksi dan dalam kapasitas apa.

 

Sesuai penjelasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), fitur impersonate ini dirancang untuk mendukung tata kelola dan pengendalian internal dalam administrasi perpajakan digital. DJP dapat memastikan bahwa setiap aktivitas di Coretax dilakukan oleh pihak dengan kewenangan resmi, bukan sekadar hasil berbagi akun atau penggunaan identitas yang tidak sah.

 

Seluruh tindakan yang dilakukan melalui impersonate juga tercatat dalam jejak audit (audit trail), memudahkan pengawasan dan penelusuran apabila ada kesalahan, sengketa, atau indikasi penyalahgunaan. Intinya, fitur ini membantu kamu meminimalkan risiko fraud dan meningkatkan akuntabilitas Wajib Pajak Badan dalam mengelola kewajiban perpajakannya.

Contoh Impersonate Coretax yang Umum Terjadi

  • Perusahaan punya banyak kewajiban rutin (SPT Masa, PPN, PPh tertentu, administrasi dokumen), tetapi yang menjalankan operasional pajak adalah tim finance/tax.
  • Konsultan pajak membantu klien badan untuk pelaporan dan administrasi, namun akses harus sesuai peran dan tercatat.
  • Ada pemisahan tugas internal: satu orang melakukan input, satu orang melakukan review, dan satu orang melakukan approval. Hal ini dilakukan agar kontrol internal lebih kuat.

Dalam skenario seperti ini, fitur impersonate membantu agar proses berjalan efisien tanpa “pinjam akun”, tanpa berbagi password, dan tanpa kehilangan jejak siapa yang melakukan tindakan.

Cara Impersonate Coretax

Alur detail bisa berbeda tergantung peran/akses yang diberikan di Coretax, tetapi gambaran prosesnya umumnya seperti berikut (mengacu pada panduan role/impersonate WP Badan yang dipublikasikan DJP):

1. Login ke Coretax

Masuk ke akun Coretax menggunakan identitas yang terdaftar (akun perwakilan/PIC/konsultan yang memang diberikan kewenangan).

2. Pilih entitas/WP Badan yang akan diwakili

Setelah login, cari opsi pemilihan profil/entitas (biasanya berupa pilihan akun/daftar entitas). Di tahap ini, kamu memilih perusahaan/entitas yang akan dikelola.

3. Masuk ke mode “impersonate”

Sistem akan mengalihkan konteks kerja kamu dari akun pribadi/perwakilan menjadi bertindak atas nama WP Badan, sehingga aktivitas yang kamu lakukan tercatat dalam konteks entitas tersebut.

  • Jalankan aktivitas sesuai role
    Misalnya membuat konsep SPT Masa, meninjau data, melakukan submit sesuai kewenangan, atau mengelola administrasi lain yang memang diizinkan role kamu.
  • Keluar dari mode impersonate saat selesai
    Setelah tugas selesai, keluar dari konteks entitas untuk menghindari salah kerja di “perusahaan yang salah” (ini sering terjadi kalau mengelola banyak entitas).

Coretax juga mengenal pengaturan role/hak akses untuk WP Badan (misalnya siapa yang bisa input vs approve). Pastikan role kamu sesuai kebutuhan kerja, tidak berlebihan, dan mudah diaudit.

Menjaga Keamanan Saat Menggunakan Impersonate Coretax

Sekarang kamu sudah paham bagaimana impersonate Coretax berkaitan langsung dengan kewenangan untuk bertindak mewakili entitas, sehingga aspek kontrol dan keamanan menjadi hal yang sangat krusial.

 

Melihat dari fungsinya tersebut, tidak sedikit Wajib Pajak atau pihak perwakilan yang masih ragu menggunakan impersonate Coretax karena khawatir soal penyalahgunaan akses, kesalahan tindakan, atau risiko keamanan data.

 

Padahal, jika digunakan sesuai ketentuan dan dengan pengaturan yang tepat, fitur ini justru sangat membantu dalam memberikan kontrol yang lebih jelas dibandingkan praktik lama seperti berbagi akun.

 

Berikut 3 hal yang bisa kamu perhatikan supaya penggunaan impersonate Coretax tetap aman dan tertib, terutama bagi pengguna pemula:

1. Terapkan prinsip “hak akses secukupnya”

Berikan role yang sesuai tugas. Orang yang hanya input tidak perlu akses untuk submit/approve. Semakin sempit akses yang diberikan, semakin kecil risiko kesalahan atau penyalahgunaan.

2. Pastikan autentikasi kuat dan tidak berbagi akun

Hindari praktik berbagi password akun Coretax antar tim. Selain berisiko, ini membuat audit trail sulit dipertanggungjawabkan. Coretax sendiri menekankan pengamanan akses dan penggunaan mekanisme autentikasi/sertifikat sesuai kebutuhan layanan.

3. Rapikan administrasi kewenangan (siapa mewakili siapa)

Untuk perusahaan, buat kebijakan internal: siapa PIC, siapa reviewer, siapa approver, kapan akses diberikan/dicabut. Ini membantu saat ada rotasi karyawan atau pergantian konsultan.

 

Baca juga: Cara Lapor PPN di Coretax: Panduan Lengkap untuk Pengusaha Kena Pajak

Kenapa Impersonate Coretax Penting Dipahami

Pada praktiknya, impersonate Coretax adalah fitur yang berperan sebagai “jembatan” supaya pekerjaan pajak WP Badan tetap bisa dijalankan oleh perwakilan yang sah, tertib, dan minim resiko administratif seperti fraud.

 

Nah, ketika dokumen dan proses perpajakan semakin digital, keabsahan tindakan juga makin bergantung pada identitas, kewenangan, dan jejak audit. Karena itu, selain memahami cara impersonate Coretax, penting juga memahami ekosistem autentikasi dokumen pajak.

 

Misalnya saja penggunaan sertifikat elektronik/tanda tangan digital tersertifikasi untuk kebutuhan tertentu, yang secara regulasi memiliki penguatan legal ketika diterbitkan PSrE tersertifikasi negara.

 

Oleh karena itu, pastikan kamu memahami dengan jelas hal-hal tentang Coretax dan selalu jaga keamanan dalam perpajakan.

Latest Articles

Impersonate Coretax: Pengertian, Cara Penggunaan dan Tips Agar Lebih Aman
pajak

Impersonate Coretax: Pengertian, Cara Penggunaan dan Tips Agar Lebih Aman

Ternyata impersonate Coretax adalah fitur penting dalam sistem DJP. Simak selengkapnya dari cara melakukan impersonate Coretax, fungsi, dan...

Januari 02, 2026

Perbedaan Invoice dan Kwitansi serta Contoh Alurnya
bisnis

Perbedaan Invoice dan Kwitansi serta Contoh Alurnya

Jangan sampai salah, ini bedanya invoice dengan kwitansi dimulai dari definisi, struktur dokumen, hingga waktu digunakannya. Yuk pelajari s...

Januari 01, 2026

Aplikasi Invoice: Solusi Penagihan yang Lebih Efisien
dokumen

Aplikasi Invoice: Solusi Penagihan yang Lebih Efisien

Masih mengelola invoice secara manual? Aplikasi invoice ada untuk mempermudah pembuatan, pengiriman, dan pencatatan tagihan secara digital....

Desember 31, 2025