ekyc

Sep 07, 2026

Infrastruktur Identitas Digital: Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

Ekonomi digital Indonesia tumbuh cepat, tapi infrastruktur identitas tertinggal. Niki Luhur jelaskan mengapa VIDA dibangun untuk menutup gap ini.

Ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat. Produk-produk keuangan dengan mudah didapatkan secara online, membuat rekening bank bisa lewat handphone, mengajukan pinjaman pun bisa dari rumah.

Sekilas, aspek penting dari ekonomi digital adalah soal masifnya transaksi. Namun sebenarnya yang juga terjadi adalah autentikasi identitas, proses memastikan bahwa transaksi tersebut dilakukan oleh pihak yang berwenang.

Maka di tengah pertumbuhan ekonomi digital, ada satu fondasi yang harus berkembang dengan kecepatan yang sama: infrastruktur identitas digital.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengisahkan bagaimana dulu lambatnya perkembangan infrastruktur identitas digital menghambat industri keuangan.

Dalam wawancara bersama InvestorTrust, ia menceritakan bahwa tergabung di Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) membuka matanya tentang bagaimana kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi digital dan infrastruktur identitas menjadi persoalan nyata. Sebelum VIDA terbentuk, Niki bersama AFTECH memetakan tantangan yang terjadi di industri fintech, yakni kemampuan memverifikasi pengguna secara jarak jauh menjadi persoalan utama.

Industri butuh e-KYC, butuh tanda tangan digital yang sah secara hukum, dan cara onboarding yang tidak mengharuskan pengguna hadir fisik.

Persoalan lain mengarah ke akar yang sama. Proses yang dimulai secara online masih harus diakhiri dengan tanda tangan basah, dokumen dicetak, ditandatangani manual, lalu dikirim kembali.

Semua ini menunjukkan satu hal: ekonomi digital Indonesia sedang berlari, tetapi infrastruktur identitas digital belum bisa mengikuti larinya.


Dari Infrastruktur Pembayaran ke Infrastruktur Identitas

Sebelum VIDA, Niki membangun Kartuku, salah satu infrastruktur pembayaran terbesar di Indonesia yang pada puncaknya memproses hampir 30% volume transaksi sistem pembayaran nasional sebelum akhirnya diakuisisi Gojek dan menjadi fondasi GoPay.

Pengalaman dari Kartuku mengajarkan satu pola penting: Teknologi infrastruktur memang tidak terlihat oleh pengguna, tetapi menentukan apakah sebuah ekosistem bisa tumbuh dalam skala besar dengan dampak yang dirasakan oleh pengguna tersebut.

Mindset ini juga berlaku pada infrastruktur identitas digital. Di permukaan, pengalaman transaksi pengguna terlihat seamless. Namun di balik itu, bisnis dapat mengetahui siapa yang membuka akun, mengakses layanan, atau menyetujui transaksi.

Teknologi yang berada di belakang layar tersebut harus bisa mengimbangi kecepatan perkembangan infrastruktur pembayaran. Karena kalau itu tidak terjadi, keamanan transaksi dan identitas pengguna menjadi taruhannya.

VIDA dibangun untuk membantu bisnis memecahkan kesenjangan itu. Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik berlisensi di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital, VIDA membangun infrastruktur yang memungkinkan verifikasi identitas secara digital, penerbitan tanda tangan elektronik yang mengikat secara hukum, dan onboarding tanpa tatap muka, divalidasi secara biometrik terhadap basis data kependudukan nasional.

Semakin banyak aktivitas berpindah ke digital, semakin besar peran identitas sebagai titik sasaran fraud. Verifikasi sekali di awal tidak lagi cukup. Kepercayaan terhadap identitas perlu terus dijaga setiap kali seseorang login, mengakses akun, atau melakukan aktivitas berisiko tinggi.


Infrastruktur yang Memungkinkan Segalanya Berjalan

E-commerce tidak akan berkembang tanpa sistem pembayaran dan jaringan logistik. Begitu pula layanan digital membutuhkan cara yang dapat dipercaya untuk mengetahui siapa pengguna di balik setiap interaksi.

Layanan keuangan, kesehatan, pemerintahan, hingga berbagai layanan digital lainnya menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana memastikan orang di balik layar adalah orang yang tepat?


Identitas digital menjawab pertanyaan itu. Bukan sebagai proses administratif yang hanya dilakukan saat pendaftaran, tetapi sebagai fondasi yang memungkinkan bisnis membangun hubungan digital dengan pengguna secara aman dan berkelanjutan.

 

Pertanyaan lebih lanjut, hubungi tim sales VIDA: https://vida.id/id/sales

 

Baca lengkap wawancara Niki Luhur dan InvestorTrust: https://investortrust.id/indepth/114045/lebih-baik-melangkah-daripada-menyesal-seumur-hidup

 

VIDA - Verified Identity for All. VIDA provides a trusted digital identity platform.

Latest Articles

Infrastruktur Identitas Digital: Fondasi Ekonomi Digital Indonesia
ekyc

Infrastruktur Identitas Digital: Fondasi Ekonomi Digital Indonesia

Ekonomi digital Indonesia tumbuh cepat, tapi infrastruktur identitas tertinggal. Niki Luhur jelaskan mengapa VIDA dibangun untuk menutup ga...

September 07, 2026

Pakta Integritas: Cara Mendigitalkan Prosesnya dengan e-Meterai
pakar identitas digital

Pakta Integritas: Cara Mendigitalkan Prosesnya dengan e-Meterai

Apa itu pakta integritas? Pelajari pengertian, fungsi hukumnya, serta cara digitalisasi dokumen integritas dengan e-Meterai dan tanda tanga...

September 06, 2026

Keabsahan Tanda Tangan Elektronik: 5 Syarat yang Harus Dipenuhi
tanda tangan elektronik

Keabsahan Tanda Tangan Elektronik: 5 Syarat yang Harus Dipenuhi

Tidak semua tanda tangan elektronik punya kekuatan hukum yang sama. Kenali lima syarat yang menentukan keabsahan tanda tangan elektronik un...

September 05, 2026