Layanan paylater makin populer karena prosesnya cepat dan praktis. Bahkan, beberapa layanan mulai menawarkan pendaftaran tanpa perlu verifikasi wajah atau selfie. Sekilas terdengar memudahkan. Tapi justru di sinilah pertanyaannya muncul: kalau tanpa verifikasi wajah, seberapa aman sebenarnya?
Kenapa Selfie Jadi Bagian Penting dalam Paylater
Dalam proses pendaftaran, selfie bukan sekadar formalitas. Tahap ini digunakan untuk memastikan bahwa orang yang mendaftar benar-benar pemilik identitas tersebut. Biasanya, wajah akan dicocokkan dengan data identitas, dan sistem juga memastikan bahwa proses dilakukan secara langsung (bukan menggunakan foto atau video). Dengan kata lain, selfie berfungsi sebagai bukti kehadiran pengguna.
Apa yang Terjadi Kalau Verifikasi Wajah Dilewati
Tanpa verifikasi wajah, sistem kehilangan salah satu lapisan penting dalam memastikan identitas. Akibatnya, beberapa risiko bisa muncul:
- pendaftaran menggunakan data orang lain
- akun dibuat tanpa pemilik identitas yang sebenarnya
- sulit membedakan pengguna asli dan pelaku fraud
Dalam kondisi ini, proses onboarding menjadi jauh lebih rentan.
Banyak Kasus Berawal dari Onboarding yang Lemah
Yang sering tidak disadari, banyak kasus penipuan di layanan keuangan tidak dimulai dari transaksi. Titik awalnya justru ada di proses pendaftaran. Ketika identitas tidak diverifikasi dengan kuat, pelaku bisa:
- membuat akun dalam jumlah besar
- menggunakan data yang tidak sah
- atau menyalahgunakan identitas orang lain
Begitu akun berhasil dibuat, barulah risiko finansial muncul.
Fraud Semakin Canggih, Bukan Sekadar Data
Di era sekarang, penipuan tidak lagi hanya mengandalkan data yang dicuri. Pelaku juga memanfaatkan:
- automation dan bot untuk membuat banyak akun
- perangkat yang dimodifikasi atau disamarkan
- teknologi AI untuk menciptakan identitas yang terlihat meyakinkan
Artinya, tanpa verifikasi yang kuat di awal, celah ini bisa dimanfaatkan dalam skala besar.
Verifikasi Wajah Saja Juga Tidak Cukup
Meski penting, verifikasi wajah bukan satu-satunya solusi. Serangan modern tidak hanya mencoba memalsukan identitas, tetapi juga memanipulasi cara sistem membaca aktivitas pengguna. Karena itu, pendekatan keamanan saat ini berkembang menjadi lebih lengkap, seperti:
- deteksi kehadiran pengguna (liveness)
- analisis perangkat dan lingkungan akses
- pemantauan pola perilaku
Pendekatan ini membantu sistem mendeteksi hal yang terlihat normal, tapi sebenarnya berisiko.
Bagaimana Sistem Modern Mengurangi Risiko
Untuk menghadapi berbagai jenis serangan, sistem keamanan kini tidak hanya fokus pada satu titik. Dalam pendekatan seperti VIDA Identity Stack, verifikasi identitas dilengkapi dengan berbagai lapisan, mulai dari verifikasi wajah, deteksi manipulasi, hingga analisis risiko.
Selain itu, solusi seperti VIDA ID Fraud Shield membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time, termasuk dari perangkat, jaringan, dan pola akses pengguna. Dengan kombinasi ini, risiko fraud bisa ditekan sejak tahap awal, bukan setelah kerugian terjadi.
Praktis Boleh, Tapi Jangan Mengorbankan Keamanan
Kemudahan memang menjadi daya tarik utama layanan paylater. Namun, tanpa proses verifikasi yang memadai, kemudahan tersebut bisa menjadi celah bagi penyalahgunaan. Karena itu, penting untuk melihat proses onboarding bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai bagian dari perlindungan.