fraud

Jun 19, 2025

Transformasi E-KTAM:  Menuju Ekosistem Digital Muhammadiyah Bersama VIDA

Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru yang berkolaborasi dengan VIDA.

Yogyakarta, 19 Juni 2025 – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) memperkenalkan sistem identitas digital baru yang akan menjadi standar keanggotaan resmi Muhammadiyah. Menggandeng VIDA, inisiatif ini menjadi bagian dari langkah strategis Muhammadiyah membangun ekosistem digital terintegrasi yang aman dan inklusif, berlandaskan prinsip satu identitas, satu data, dan satu sistem layanan umat sebuah visi besar yang disebut sebagai SatuMu.

Dalam acara bertajuk “Sosialisasi Penerapan Keamanan Digital dan Pengamanan Data Pribadi” yang di gelar di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta pada Selasa (17/6), Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai institusi keagamaan harus hadir secara kuat di ruang digital, dengan identitas yang sah, sistem yang aman, serta layanan yang tepercaya, demi menjawab tantangan zaman dan menjaga kepercayaan umat. 

“Data warga bukan sekadar deretan angka dan nama, ini adalah amanah, cerminan kepercayaan, dan aset strategis organisasi. Ini adalah wujud tanggung jawab kita dalam memastikan tata kelola organisasi yang sah secara hukum, patuh terhadap regulasi nasional, dan menjaga martabat persyarikatan,” ungkap Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si.

Sistem keanggotaan digital ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan tata kelola data yang tertib, legal, dan berbasis perlindungan data pribadi. Dengan pendekatan yang adaptif dan akuntabel, sistem ini memungkinkan proses identifikasi dan manajemen iuran anggota berjalan lebih efisien, transparan, serta sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UUPDP). 

“Peluncuran sistem E-KTAM merupakan wujud nyata dari komitmen moral dan strategis Muhammadiyah untuk melindungi identitas digital seluruh anggota Muhammadiyah. Kami menyambut baik kolaborasi bersama VIDA dalam membangun fondasi identitas digital yang sah secara hukum, terverifikasi secara teknologis dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkap Prof. Dr. Muchlas, M.T. Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah dalam sambutannya.

Kolaborasi ini juga melibatkan VIDA sebagai penyedia teknologi pendukung yang memastikan sistem digital keanggotaan Muhammadiyah dapat beroperasi sesuai standar perlindungan data nasional dan internasional. Kehadiran VIDA menambah dimensi keamanan dan legalitas pada verifikasi identitas yang digunakan. “Kami percaya bahwa membangun kepercayaan digital dimulai dari komunitas. Sesuai dengan komitmen VIDA untuk melindungi identitas digital, to make it easy to prove who you are and prevent fraud before it starts, kolaborasi dengan Muhammadiyah merupakan amanah yang sangat besar yang harus kita emban di dunia digital, dan ini merupakan sebuah bukti nyata bagaimana teknologi bisa menyatu dengan nilai, menjaga martabat organisasi, dan tetap patuh terhadap kerangka hukum yang berlaku,” tutur Sati Rasuanto, Co-founder & President VIDA.

 


Asad Fatchul’ilmi, CEO Muhammadiyah Software Labs (LabMu) mengatakan, “LabMu sebagai unit teknologi strategis di lingkungan Muhammadiyah memainkan peran penting dalam pengembangan resmi sistem e-KTAM dan IuranMu. Sistem e-KTAM ke depannya akan terintegrasi dengan aplikasi MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App). Hal ini memungkinkan anggota mengelola keanggotaan, melakukan pembayaran IuranMu, hingga mengakses layanan-layanan Persyarikatan melalui satu identitas digital yang sah dan terpercaya. Transformasi digital bukan sekadar soal teknologi, tapi juga soal kedaulatan data, perlindungan hukum, dan keberlanjutan organisasi. Dengan menggandeng VIDA, Muhammadiyah memastikan setiap inovasi tetap dalam koridor yang aman, syar’i, dan terverifikasi.”

Sistem keanggotaan ini juga membuka jalan baru bagi pemanfaatan kanal-kanal komunikasi yang lebih inklusif dan memberdayakan, mulai dari proses onboarding, pemantauan kontribusi, hingga replikasi sistem ke seluruh amal usaha Muhammadiyah. Dari pusat hingga cabang, ekosistem digital ini dirancang untuk dapat diperluas dan menjadi fondasi keanggotaan umat di era yang semakin terhubung.



Di sisi lain, kerja sama antara Muhammadiyah dan VIDA ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik, VIDA berkomitmen untuk selalu mendampingi Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi, serta LabMu dalam perjalanan transformasi digital. Peran yang dijalankan VIDA tidak hanya sebatas penyedia teknologi, tetapi sebagai mitra strategis yang mendukung penuh misi sosial keumatan sekaligus meneguhkan perlindungan data sebagai fondasi utama dalam membentuk warga digital yang berdaulat dan berdaya.

Transformasi ini menegaskan kesiapan Muhammadiyah sebagai organisasi yang tidak hanya responsif terhadap perubahan zaman, tetapi juga proaktif dalam merancang masa depan digital umat. Dengan landasan nilai dan hukum yang kuat, sistem keanggotaan ini menjadi wujud nyata dari komitmen Muhammadiyah dalam menjaga kepercayaan umat melalui tata kelola identitas digital yang sah, aman, dan memberdayakan.

 

Komdigi Apresiasi Inovasi Muhammadiyah dan VIDA dalam Mendukung Transformasi Keamanan Digital Bangsa

Pada acara ini, turut hadir Teguh Arifiyadi, Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). Teguh memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas inovasinya yang menggunakan Digital ID (Identital Digital) pada Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM) berkolaborasi dengan VIDA.

Selain itu, Teguh juga menyarankan agar Muhammadiyah tidak hanya mengandalkan VIDA sebagai enabler e-KTAM saja, namun kerja sama ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses i-voting, atau proses pemungutan suara secara digital, oleh Muhammadiyah. “Terbukti dari pengalaman dengan VIDA untuk kerja sama membuat i-voting pada saat pemilihan ketua Ikatan Notaris Indonesia. Jadi, seluruh anggota Ikatan Notaris Indonesia di seluruh dunia bisa memilih dengan teknologi dari VIDA, dan itu sangat visible, sangat memungkinkan sekali itu dilakukan,” ujar Teguh.

Dengan ini, membuktikan bahwa VIDA tidak hanya hadir sebagai penyedia solusi keamanan digital, namun juga sebagai mitra strategis tepercaya dalam mendukung transformasi digital Tanah Air.

Informasi lengkap kunjungi https://vida.id/identitystackpage 

VIDA - Verified Identity for All. VIDA provides a trusted digital identity platform.

Latest Articles

VIDA Expands Global Reach Through AWS Marketplace Listing
digital identity

VIDA Expands Global Reach Through AWS Marketplace Listing

VIDA, Indonesia’s leading digital identity and verified credentials provider, announced its global expansion through availability on the A...

February 08, 2026

Fraud Syndicates Now Operate Like Businesses: VIDA Urges Malaysian CISOs to Rethink AI-Era Defense
digital security

Fraud Syndicates Now Operate Like Businesses: VIDA Urges Malaysian CISOs to Rethink AI-Era Defense

Fraud in Southeast Asia has hit a tipping point, now run by organized syndicates operating like legitimate businesses, warned VIDA CEO Niki...

February 02, 2026

Beware! These Seemingly Small Habits Can Open the Door to Data Misuse
document fraud

Beware! These Seemingly Small Habits Can Open the Door to Data Misuse

Leaked personal data is highly vulnerable to misuse through various schemes frequently reported in the media, ranging from online loan regi...

January 23, 2026