Video KYC menjadi salah satu cara yang digunakan bisnis untuk melakukan verifikasi identitas secara online. Prosesnya dapat melibatkan pemeriksaan dokumen identitas dan wajah nasabah tanpa pertemuan tatap muka.
Namun, verifikasi melalui kamera juga membawa tantangan keamanan baru. Wajah yang terlihat di layar belum tentu membuktikan bahwa orang tersebut benar-benar hadir dan melakukan proses verifikasi. Di sinilah risiko seperti rekaman ulang dan deepfake perlu diperhatikan.
Apa Itu Video KYC?
Video KYC atau Know Your Customer berbasis video merupakan proses verifikasi identitas nasabah secara jarak jauh dengan memanfaatkan kamera pada perangkat.
Dalam prosesnya, nasabah dapat diminta menunjukkan dokumen identitas dan melakukan verifikasi wajah. Sistem kemudian memeriksa informasi tersebut untuk membantu memastikan identitas yang digunakan sesuai dengan orang yang sedang melakukan proses.
Bagi bisnis yang melakukan onboarding secara digital, proses seperti ini dapat menjadi bagian dari customer journey tanpa mengharuskan nasabah datang secara langsung.
Bagaimana Alur Video KYC?
Setiap bisnis dapat memiliki tahapan yang berbeda sesuai kebutuhan dan tingkat risiko proses verifikasinya. Secara umum, alurnya dapat mencakup beberapa langkah berikut:
1. Nasabah memulai proses verifikasi
Nasabah menerima instruksi untuk melakukan verifikasi melalui perangkatnya dan mengikuti tahapan yang tersedia.
2. Dokumen identitas diperiksa
Nasabah mengambil gambar dokumen identitas seperti KTP. Data pada dokumen kemudian dapat diekstraksi dan diperiksa untuk memastikan informasi yang diberikan sesuai.
3. Identitas dicocokkan
Data pada dokumen dapat diperiksa terhadap sumber data kependudukan untuk membantu memastikan bahwa identitas tersebut valid.
4. Wajah nasabah diverifikasi
Nasabah melakukan selfie atau pemeriksaan wajah melalui kamera. Tahap ini penting karena sistem tidak hanya perlu mengetahui identitas yang tercantum pada dokumen, tetapi juga memastikan orang yang melakukan verifikasi sesuai dengan identitas tersebut.
5. Liveness diperiksa
Liveness detection memeriksa apakah wajah yang berada di depan kamera berasal dari orang yang benar-benar hadir saat proses berlangsung, bukan sekadar foto atau rekaman.
Dalam alur VerifyNow, misalnya, proses mencakup OTP, pengambilan KTP, pengecekan terhadap Dukcapil, dan selfie dengan ColorFlash untuk memeriksa kehadiran orang secara langsung.
Kenapa Video KYC Perlu Memperhatikan Risiko Deepfake?
Verifikasi wajah menghadapi tantangan ketika teknologi manipulasi digital semakin sulit dibedakan dari wajah asli. Salah satunya adalah deepfake, yaitu manipulasi visual yang dapat membuat wajah seseorang tampak seperti orang lain.
Risikonya bukan hanya pada deepfake. Rekaman wajah juga dapat digunakan kembali untuk mencoba melewati proses verifikasi jika sistem tidak memeriksa apakah orang tersebut benar-benar hadir pada saat proses berlangsung.
Karena itu, face matching dan liveness detection memiliki fungsi yang berbeda. Face matching berfokus pada kecocokan wajah dengan identitas yang digunakan, sedangkan liveness membantu menjawab pertanyaan apakah orang tersebut benar-benar hadir di depan kamera.
Seperti Apa Video KYC yang Lebih Aman?
Keamanan Video KYC tidak seharusnya hanya bergantung pada satu pemeriksaan. Proses verifikasi dapat menggunakan beberapa lapisan untuk memeriksa identitas dan mencegah berbagai bentuk manipulasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Pemeriksaan dokumen, untuk mendeteksi dokumen palsu atau manipulasi.
- Pengecekan data identitas, untuk mencocokkan informasi dengan sumber yang relevan.
- Liveness detection, untuk memastikan orang yang diverifikasi benar-benar hadir.
- Sinyal perangkat, untuk membantu mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan.
- Pengamanan link dan nomor telepon, agar proses verifikasi tidak mudah dialihkan kepada orang lain.
- Catatan hasil verifikasi, sehingga proses yang sudah dilakukan memiliki rekam jejak.
VerifyNow, misalnya, menggunakan beberapa lapisan pemeriksaan yang mencakup phone pinning, pemeriksaan dokumen, ColorFlash liveness, pengecekan atau validasi, dan penerbitan sertifikat hasil verifikasi.
Memperkuat Verifikasi Identitas di Proses Onboarding
Video KYC bukan hanya soal memindahkan proses verifikasi dari tatap muka ke kamera. Ketika onboarding dilakukan secara digital, bisnis juga perlu memastikan bahwa identitas, dokumen, dan orang di balik kamera diperiksa secara menyeluruh.
Untuk bisnis yang membutuhkan verifikasi tanpa aplikasi tambahan atau proses integrasi yang panjang, VerifyNow menyediakan alur verifikasi berbasis link melalui browser, dengan KTP, pengecekan Dukcapil, dan liveness dalam satu alur.
Ingin membahas kebutuhan verifikasi untuk proses onboarding bisnis Anda? Diskusikan solusinya bersama tim VIDA.